Berita Nasional dan Politik

Peneliti Senior AS Bantah “Garuda Shield” Sebagai Manuver Geopolitik

Latihan militer Garuda Shield tahun ini untuk AS dan Indonesia akan fokus pada pertahanan pulau. Foto: Kedutaan AS

Sriwijayatimes.id, OKU Timur – Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China sehubungan peningkatan kehadiran militer Beijing di Laut Cina Selatan, TNI dan US Army melakukan latihan gabungan. Latihan bersama itu melibatkan 4.500 tentara dari kedua negara dan merupakan latihan militer gabungan terbesar Indonesia dan AS. Latihan gabungan ini merupakan bagian dari “Garuda Shield” yang dilakukan setiap tahun oleh militer kedua negara.

Melansir VoA, Kamis (5/8/2021), Zack Cooper peneliti senior di American Enterprise Institute di Washington DC mengatakan hubungan militer antara Indonesia dan AS sudah terselenggara sejak lama, dan tidak ada hubungannya dengan memburuknya hubungan Amerika dan China.

“Saya berpendapat, penting bagi AS untuk mempertahankan hubungannya dengan Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara terlepas apa yang mereka lakukan dengan China. Ini adalah negara-negara yang penting, khususnya Indonesia, negara yang sangat besar dari segi teritorial dan penduduknya, dan berpengaruh besar di kawasan, sehingga saya berpendapat, sangat penting bagi Washington untuk memiliki hubungan baik dengan Jakarta, dan itu tidak harus tergantung pada apa yang dilakukan Jakarta dan Beijing,” jelasnya.

Dihubungi secara terpisah, Gilang Kembara, peneliti hubungan internasional di Center for Strategic and International Studies, CSIS, Jakarta, sependapat bahwa ini merupakan salah satu unsur dari keseluruhan kerjasama pertahanan Indonesia dan Amerika.

“Justru kalau saya perhatikan dari tahun 2020 kemarin, kebijakan diplomasi pertahanan Indonesia dengan negara-negara mitranya semakin erat, dan semakin kuat dijalankan. Kalau kita lihat ke beberapa bulan ke belakang, seluruh gugusan TNI itu sudah banyak melakukan latihan-latihan militer dengan Amerika Serikat. Memang dengan banyak meningkatnya ketidakpastian politik, dinamika politik yang berubah secara cepat, saya rasa memang bagi Indonesia hal yang paling diutamakan justru untuk meyakinkan atau setidaknya mendapat hubungan yang baik dengan mitra pertahanan yang paling erat,” ungkap Gilang.

Tetapi menurut Nikkei Asia, Jumat (30/7/2021) Indonesia melihat latihan dengan AS sebagai tindakan pencegahan untuk mempertahankan Kepulauan Natuna. Bagi Washington, latihan bersama tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membentuk front persatuan melawan penumpukan militer China di Laut China Selatan.

Dalam pidatonya di Singapura Juli lalu, Menhan Amerika Lloyd Austin memperingatkan bahwa klaim China atas kedaulatannya di Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar dari segi hukum internasional, dan Austin mengungkapkan tekad Amerika untuk mempererat hubungannya dengan sekutu dan negara sahabat di kawasan itu.

(***/bm)

Total
3
Shares
Related Posts
Total
3
Share